Kamis, 31 Desember 2015
#Puisi Di Ujung Jeruji
Di ujung jeruji,
Malam ini,
Malam tahun baru,
Pria itu menangis,
Mengingat begitu banyak orang yang dibikinnya marah tahun ini,
Marah karena kejahatannya ia bongkar,
Malam tahun baru,
Pria itu menangis,
Mengingat begitu banyak orang yang dibikinnya kecewa tahun ini,
Kecewa karena suapnya tak ia terima
Malam tahun baru,
Pria itu menangis,
Mengingat begitu banyak orang yang dibikinnya sengsara tahun ini,
Sengsara karena perintah licik bosnya tak bisa ia lakukan dengan baik
Di ujung jeruji,
Malam ini,
Malam tahun baru,
Orang-orang meledakkan petasan,
Ia meledakkan tangisnya,
Takut-takut tak adil saat kemarin ia memimpin,
Malam tahun baru,
Orang-orang bepergian bersama keluarga,
Ia bepergian bersama pikirannya,
Merenungi sikapnya saat dahulu memimpin,
Di ujung jeruji,
Malam ini,
Pria itu hanya bisa memaafkan,
Orang-orang yang dahulu melengserkannya secara paksa,
Meski ia telah berusaha berbuat baik,
Tak semua kebaikan orang bisa terima,
Malam tahun baru,
Di ujung jeruji itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Contoh dong salah satu karakter di dunia nyata seperti di puisi indah nan mengharukan ini
BalasHapus