Dulu kamu yang cebok-mandikan-susui-suapin
Dialog-dialog pertama dalam
hidupku
Mungkin aku tak bisa mengingat
itu semua
Namun tak mengusik fakta bahwa
engkau Malaikat-ku
Tak
semua laki-laki bisa sungguh-sungguh memaknai
Hari
Kartini
Mungkin
begitu pula aku
Bukan
meremehkan, tapi tidak tahu
Malaikat-ku bekerja juga
Mendidik juga
Berjuang juga
Kalau
orang tanya darimana semua sifat baik yang kumiliki
Itu
darimu (maaf ayah)
Kau
bagai Kartini yang kulihat dengan mata sendiri
Kau
berada di barisan itu
Tidak dengan berkoar, tidak
dengan menulis status
Yang kau bisa adalah bekerja demi
itu
Gerak tanganmu saat mencuci baju
lah yang membuatku tahu
Langkah kakimu saat mengajar lah
yang membuatku tahu
Kantung matamu saat lelah bekerja
dalam dunia lah
Yang membuat semua orang di
sekelilingmu tahu
Dan
darimu
Aku
tahu
Selamat
Hari Kartini, Ibu




