Kepada: Pria berpayung kuning
Tentu kau ingat kepada gadis
ceroboh
Yang waktu itu kau tolong
Di depan Stasiun Pondok Cina
Yah,
tidak kurang tiga kali kau menolongnya
Selamat
dari serangan hujan
Yang
bisa membuat diktat-diktat di tangannya
Rusak
hilang buaian
Kepada: Pria berpayung kuning
Tanpa sadar, gadis itu menumbuh
candu
Dalam dirinya
Untuk terus ditolong olehmu
Tanpa
sadar, tumbuh harapan
Yang
ia siram selalu
Harapan
itu kini menjadi hutan lebat
Yang
menutupi pandangannya
Yang
buatnya buta, kecuali padamu
Lalu datang hari itu
Di mana ia melihatmu bersama
orang lain
Hancur sudah harapan gadis itu
Seketika membuang diktat, peduli
kemayu
Kepada:
Pria berpayung kuning
Gadis
itu sekarang sedang menulis puisi tentangmu
Dan
di akhirnya, ia berkata:
Terima
kasih telah mampir,
Dan
meninggalkan luka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar