Jumat, 07 April 2017

#Puisi Pria Berpayung Kuning


Kepada: Pria berpayung kuning
Tentu kau ingat kepada gadis ceroboh
Yang waktu itu kau tolong
Di depan Stasiun Pondok Cina
                Yah, tidak kurang tiga kali kau menolongnya
                Selamat dari serangan hujan
                Yang bisa membuat diktat-diktat di tangannya
                Rusak hilang buaian
Kepada: Pria berpayung kuning
Tanpa sadar, gadis itu menumbuh candu
Dalam dirinya
Untuk terus ditolong olehmu
                Tanpa sadar, tumbuh harapan
                Yang ia siram selalu
                Harapan itu kini menjadi hutan lebat
                Yang menutupi pandangannya
                Yang buatnya buta, kecuali padamu
Lalu datang hari itu
Di mana ia melihatmu bersama orang lain
Hancur sudah harapan gadis itu
Seketika membuang diktat, peduli kemayu
                Kepada: Pria berpayung kuning
                Gadis itu sekarang sedang menulis puisi tentangmu
                Dan di akhirnya, ia berkata:
                Terima kasih telah mampir,
                Dan meninggalkan luka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar