“Patah hati ya bang?”
“Stress kali lu bang? Hahaha.”
“Gila aja! Ngapain bang? Haha”
Amru hanya tersenyum menanggapi
semua komentar tersebut. Tersenyum getir. Jenis senyuman yang paling sering ia
keluarkan.
Sembari berjalan kembali, ia memikirkan
hari-hari yang telah berlalu.
***
Tiga hari yang lalu, ia bertolak
ke terminal Bungurasih, Surabaya. Di punggungnya, nangkring sebuah tas
besar yang hampir melebihi besar tubuhnya. Sebuah tas carrier yang sudah
menampung segala macam kebutuhannya untuk perjalanan kali itu.
Di Bungurasih, Amru menunggu
tengah malam sambil tidur-tiduran di atas matras yang ia gelar. Di samping-sampingnya,
tampak orang-orang yang sejenis dengannya juga ikut tiduran.
“Mau ke mana bang?” Seseorang
bertanya padanya.
“Argopuro.”


