Akan datang waktu
Di mana seorang anak laki-laki
memanggilku ibu
Dan seorang anak perempuan
memanggilmu ayah
Lalu kita tertawa
Sembari menyeruput teh di pagi
yang merayap
Akan
datang waktu
Di mana aku akan
menyucikan baju setiap hari
Dan kau
berangkat kerja dengan bekal dari rumah
Lalu kita
tertawa
Sembari
membiarkan diri sendiri dungu
Akan datang waktu
Di mana aku membuatkan kopi di
tiap pagi
Dan kau mengatakan terima kasih,
cintaku
Lalu kita tertawa
Sembari mengenang hari-hari yang
lalu
Aku dengan
suamiku
Kau dengan
istrimu
Dan hanya ucap terima kasih yang
terakhir kubilang padamu
Sebelum di persimpangan jalan
dulu
Arah yang berbeda kita tuju
Mengingat bahwa kita telah setuju
Untuk tetap bahagia setelah itu
Dia menutup buku hariannya. Buku
harian yang tidak pernah diketahui oleh suaminya. Buku harian berisi catatan-catatan
tentang hidupnya yang hanya ia yang tahu. Aku tahu, namun tidak pernah melihat
isinya.
Aku pernah tahu, ah, bahkan
aku sudah lupa kalau aku tahu.

Diisi Zam blognya. Maap ya baru liat-liat. hehe...
BalasHapus