Kamis, 08 Desember 2016

#Puisi Suatu Hari di Masa Depan


Akan datang waktu
Di mana seorang anak laki-laki memanggilku ibu
Dan seorang anak perempuan memanggilmu ayah
Lalu kita tertawa
Sembari menyeruput teh di pagi yang merayap
Akan datang waktu
Di mana aku akan menyucikan baju setiap hari
Dan kau berangkat kerja dengan bekal dari rumah
Lalu kita tertawa
Sembari membiarkan diri sendiri dungu
Akan datang waktu
Di mana aku membuatkan kopi di tiap pagi
Dan kau mengatakan terima kasih, cintaku
Lalu kita tertawa
Sembari mengenang hari-hari yang lalu
Aku dengan suamiku
Kau dengan istrimu
Dan hanya ucap terima kasih yang terakhir kubilang padamu
Sebelum di persimpangan jalan dulu
Arah yang berbeda kita tuju
Mengingat bahwa kita telah setuju
Untuk tetap bahagia setelah itu
               
Dia menutup buku hariannya. Buku harian yang tidak pernah diketahui oleh suaminya. Buku harian berisi catatan-catatan tentang hidupnya yang hanya ia yang tahu. Aku tahu, namun tidak pernah melihat isinya.

Aku pernah tahu, ah, bahkan aku sudah lupa kalau aku tahu.

1 komentar: