Jumat, 02 Juni 2017

#Serial Seorang Suami Saleh (2)


Aku mencintai imamku itu dengan sepenuh hati.
Imamku selalu bersabar menghadapi kelakuanku yang kadang tak baik. Aku yang masih kekanak-kanakan dan sering minta dimanja olehnya.
Aku tahu beban yang dipikulnya berat. Sehari-hari mencari nafkah sambil melanjutkan S2nya di salah satu Universitas terbaik di Indonesia.
Sebenarnya dulu, saat awal-awal menikah, ia sudah berniat melanjutkan S2. Namun tampaknya hal tersebut baru bisa terwujud 2 tahun yang lalu, karena saat itu kami terkendala biaya. Ia mengalah, dan lebih memilih melanjutkan pekerjaannya.
Meski begitu, tak ada kata berhenti belajar dalam kamus hidupnya.
Suamiku selalu membaca buku minimal 1 buku per minggu. Itu jumlah yang banyak. Aku sering gangguin dia kalau malam sedang khusyu’ membaca. Ada saja alasanku. Minta dikelonin, minta dipijitin. Ih, lucu. Malah seperti suamiku yang melayaniku, bukan aku yang melayaninya.
Biasanya kalau aku sudah bertingkah seperti itu ia hanya akan tersenyum, lalu berkata mesra.
“Sebentar ya, sayang.”
Kemudian ia mengecup keningku dan kembali larut ke dalam bacaannya.