Senin, 28 Desember 2015

#Puisi Abang Lelah


Di Pedestrian kota abang mengadu nasib,
Agar kelak lidah adek bisa icip-icip,
Makan masakan Negara salib,
Eropa yang penuh kerlip,

Abang hanya pedagang kecil, dek,
Menafkahimu saja abang kepayahan,
Kamu sabar itu sudaah cukup buat abang,
Lalu kita bahgia sampai mati perlahan,

Abang lelah, dek,
Kamu minta ini minta itu,
Bukan dunia yang bisa abang kasih, dek,
Hanya selalu mengingatkanmu tuk solat 5 waktu,

Abang lelah, dek,
Permintaanmu tak ada habisnya,
Kalo mau kaya, babi di hutan juga kaya, dek,
Tapi kita harus jadi yang berkah hidupnya,

Sekali-kali abang penuhi permintaanmu,
Seperti makan masakan eropa itu,
Supaya kita tidak lupa juga rasanya bahagia,
Karena tak mungkin juga hidup sengsara semua,

Abang sayang adek,

Tapi abang lelah, dek.

--untuk para wanita yang tak henti-henti mengejar dunia, abang sudah lelah--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar