Sapu lantai dengan benar, Inem
Bersihkan meja makan, Inem
Rapihkan tempat tidur, Inem
Sikat kamar mandi, Inem
Bersihkan meja makan, Inem
Rapihkan tempat tidur, Inem
Sikat kamar mandi, Inem
Hingga yang disahut mengerjakan
Hingga sunggingnya sebuah senyuman
Melaksanakan suruhan tanpa beban
Ikhlas yang penting anak makan
Hingga sunggingnya sebuah senyuman
Melaksanakan suruhan tanpa beban
Ikhlas yang penting anak makan
Lalu pulanglah Inem ke gubuk yang ia sebut rumah
Menyambutnya sang anak dengan senyum merekah
Melihat sang ibu kembali dengan tangan penuh rupiah
Hasil sebulan penuh keringat diperah
Menyambutnya sang anak dengan senyum merekah
Melihat sang ibu kembali dengan tangan penuh rupiah
Hasil sebulan penuh keringat diperah
Lalu sang majikan menunggu dengan resah
Tatkala suami tak kunjung pulang ke rumah
Bukan, ia pasti selamat sumringah
Namun di lemari bajunya ada foto perempuan bergaun merah
Tatkala suami tak kunjung pulang ke rumah
Bukan, ia pasti selamat sumringah
Namun di lemari bajunya ada foto perempuan bergaun merah
Dan begitu bertemu langsunglah mereka bergelut
Waktu sang suami pulang setelah larut
Sang istri bertanya perihal perempuan itu dengan kalang kabut
Mencerca suaminya dengan kata-kata maut
Waktu sang suami pulang setelah larut
Sang istri bertanya perihal perempuan itu dengan kalang kabut
Mencerca suaminya dengan kata-kata maut
"Dia bukan siapa-siapa, sayang..."
"Pokoknya aku minta cerai!!"
"Mamah dan Papah kenapa, kak? Aku takut..."
"Ndak apa-apa dik, sudah sana tidur..."
Sedang jauh di gubuk sana Inem sedang berbahagia
Makan dengan lahap bersama anaknya
Tidur di dipan berselimut berdua
Bersiap untuk hari esok yang sudah di depan mata
Makan dengan lahap bersama anaknya
Tidur di dipan berselimut berdua
Bersiap untuk hari esok yang sudah di depan mata
--jangan pernah menilai kebahagiaan dari harta atau kedudukan yang kita punya, karena nun jauh di sana, banyak orang bahagia yang tidak punya apa-apa, namun mereka saling memiliki--

Tidak ada komentar:
Posting Komentar