Selasa, 16 Mei 2017

#Moment 14 Mei 2017; Yang Dilakukan Penulis Besar


Sederhana. Mereka menulis.
Kata Pandji Pragiwaksono. “Yang membedakan mereka yang sudah tahu passionnya tapi biasa-biasa saja, dan mereka yang tahu passionnya lalu sukses cuma satu; Disiplin.”
Dua hari yang lalu, genap 19 tahun Azam Rofiullah berjalan di muka bumi. Setahun sebelumnya hanya bisa merangkak atau berguling. Azam Rofiullah adalah nama yang diberikan oleh Ibunda Muhlisrarini, orang yang melahirkannya dengan normal di rumah sakit Cipto, Jakarta Pusat, 14 Mei 20 tahun yang lalu.
Naik taksi dari kontrakan di Ciputat.
Azam Rofiullah tidak tahu pasti kronologis dirinya yang berontak di perut sang Ibunda, sehingga menjadikannya keluar pada hari itu. Namun Azam Rofiullah tahu, bahwa 20 tahun setelahnya, ia akan berjuang menjadi seorang penulis besar.
Azam Rofiullah, seperti kebanyakan pemuda lainnya, senang main.
Azam Rofiullah gemar bermain game komputer, atau berjalan-jalan ke tempat-tempat baru, mengobrol dengan temannya.
Azam Rofiullah juga menyukai wanita.
Belakangan, tahun 2016 menjadi tahun yang paling non-produktif baginya. Kebanyakan main. Kebanyakan tidur. Kebanyakan bersenang-senang.
Azam Rofiullah tahu bahwa dirinya kurang disiplin.
Tahun lalu, ia berfoto dengan Sandra Dewi di hari ulang tahunnya.
Tahun ini, ia tidak berfoto dengan siapapun.
Telah hilang gairahnya untuk bermalas-malasan menunggu hari terbenam. Azam Rofiullah tahu, bahwa jalan masih panjang tuk jadi penulis besar. Azam rofiullah tahu, bahwa ia kini harus disiplin.
Semangat, Azam Rofiullah.
Tidak ada dia yang menunggumu, hanya dirimu sendiri, dan ketekunanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar