Jumat, 26 Mei 2017

#Moment 1 Ramadhan 1438H


Dulu pas kecil pasti gemuruh riang. Loncat sana lompat sini begitu Ramadhan datang.
Sekarang pas udah agak gede-an (apanya?) jadi sedikit lebih kalem. Senyam-senyum tengok kanan-kiri. Kadang sambil elus dada (dada sendiri kok bukan dada tetangga).
Ramadhan merefleksikan ketenangan.
Ia adalah bulan liburan bagi jiwa yang sudah lelah sebelas bulan sebelumnya ditimpa masalah. Saatnya hati bertamasya, merenung, menangis.
Tidak ada yang lebih indah dibanding seorang lelaki yang menangis di tengah solat malamnya. Meminta agar ia dikuatkan. Mengaku bahwa ia sangat lemah di hadapan Rabbnya.
Tidak ada yang lebih indah dibanding seorang perempuan yang mukenanya basah. Bersujud di pojok rumahnya yang paling gelap. Meminta agar ia diberi kesabaran dan ketaatan.
Ayolah, akui saja, tidak ada tempat kembali yang lebih indah dibanding pada sujudmu di sepertiga malam. Sujud yang tulus kepada Penciptamu. Sujud yang lama. Sujud yang menetes air mata.
Kawan, menangislah demi dirimu.
Siapa tahu kelak, air matamu lah yang akan memadamkan api neraka, yang siap membakarmu.
Selamat Ramadhan 1438 H.

Dari aku, si kecil tapi itunya besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar