Waktu membaca:2-3 menit
(Sekitar) 300 Juta tahun yang lalu.
Semua dimulai saat Dinosaurus berkuasa di muka bumi. Sang Penguasa Alam “menitipkan” bumi—salah satu habitat makhluk fana di alam semesta—kepada makhluk besar nenek moyang reptilia tersebut.
Berbarengan dengan keberadaan Dinosaurus sebagai “penguasa” Bumi, datang pula Makhluk-makhluk transendental untuk menjaga kestabilan dunia.
Papa Sang Cahaya adalah yang pertama. Lalu Mari dan Wafee. Kemudian datang pula Ernest Sang badai beserta saudara dekatnya, Galang Sang Atmosfir.
Makhluk-makhluk transendental ini didatangkan dari tempat yang tidak pernah diketahui oleh makhluk fana—bahkan oleh makhluk transendental sendiri. Mereka merasa muncul begitu saja.
Lima Penjaga Langit.
Begitulah istilah dari Makhluk transendental tertinggi di Bumi.
Setelah mereka, muncullah makhluk transendental lain. Para Dewan Langit. Samudra, Langit, Benua, Gunung, dan Kutub.
Masuk lagi ke makhluk transendental terbawah. Gua, bukit, teluk, hutan, dan lain sebagainya. Mereka disebut Penghuni. Tergantung tempat tinggalnya. Penghuni langit, atau penghuni laut, atau penghuni darat.
Bersama-sama, makhluk transendental hadir untuk menopang kehidupan makhluk fana di bumi. Tidak ada yang tahu, bahwa sebenarnya, daratan yang mereka injak, air yang mereka minum, langit yang mereka tatap, adalah sebuah kehidupan juga.
Dinosaurus menjalankan tugasnya dengan baik sebagai penguasa Bumi. Namun Sang Penguasa Alam berkehendak lain. Dia mengganti penguasa bumi.
Dinosaurus punah.
Manusia hadir.
Makhluk transendental tetaplah sama. Mereka abadi. Kecuali bila terbunuh oleh sesama makhluk transendental. Seperti yang terjadi kepada salah satu Penjaga Langit, Galang.
Sementara itu, di lain sisi, manusia mulai berevolusi dari masa ke masa. Dari jenis Pliopithecus, Proconsul, Homo erectus, Neanderthal, Pithecantropus, hingga manusia modern bernama Homo Sapiens yang masih bertahan hingga saat ini.
Di bawah (bumi), kehidupan berevolusi dari masa ke masa, sementara di langit (sebutan untuk tempat bagi makhluk transendental) mereka hidup damai dan mengalir seperti biasanya. Teknologi sudah berkembang duluan sedari awal. Makhluk astral tersebut tidaklah terkejut saat manusia modern membuat komputer. Mereka sudah memilikinya sedari jutaan tahun yang lalu.
Semua mulai berubah 10 ribu tahun yang lalu, saat zaman es mulai berakhir di bumi.
Ernest, salah seorang Penjaga Langit, memberontak.
Sang Badai merasa porsi dirinya di bumi sudah sangat berkurang, dan ia merasa tidak dibutuhkan lagi.
Hal ini tersirat jelas karena Bumi sudah berubah tidak seperti yang ia kenal dahulu.
Dulu saat zaman Mesozoikum, alias pertama kalinya Makhluk transendental menghuni Bumi—sekitar 300 juta tahun yang lalu, lebih tepatnya 252 juta tahun—dan juga sekaligus era jayanya Dinosaurus, Bumi sering ditimpa badai.
Ernest banyak kebagian porsi dalam mengurusi Bumi.
Saat awal-awal itu juga, Ernest sempat meminta kepada Papa.
“Pa, mengapa Wafee mengurusi daratan, dan ia punya pengikut dari Para Penghuni Darat. Galang mengurus Atmosfir dan mempunyai pengikut dari Para Penghuni Langit. Mari mengurusi lautan dan mempunyai pengikut dari Penghuni Laut.”
“Aku juga ingin seperti mereka. Punya pengikut.”
Dan akhirnya, Papa mengabulkan permintaan Ernest. Sejak saat itu, gunung-gunung api dan palung menjadi pengikutnya.
Lalu, tiba saat zaman es besar berakhir.
10.000 tahun yang lalu, tepat saat Ernest protes karena porsinya membuat kekacauan di bumi menjadi sangat sedikit. Badai-badai buatannya seakan tidak dibutuhkan lagi. Bumi memasuki fase tenang, di mana kehidupan manusia yang menjadi prioritas utamanya. Tidak seperti dulu, bahkan meteor seringkali mampir untuk mencumbu kerak bumi. Menghancurkannya. Persis seperti apa yang diinginkan Ernest.
Dan setelah protes besarnya itu, Ernest pergi meninggalkan Bumi.
Setelah kepergiannya, Gunung api dan Palung menjadi seperti kehilangan arah. Mereka tidak tahu harus bertuan kepada siapa. Tidak pernah ada kabar dari Ernest, sampai ribuan tahun berikutnya bos mereka kembali lagi ke bumi.
Merencanakan perang.
Agar mereka bisa menguasai Bumi seutuhnya.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar